Minggu, 01 November 2020

Aku dan Desaku.

Tidak terasa sudah lama sekali aku menetap di satu desa yang tentram ini, tidak terasa aku sudah beranjak dewasa, dan tidak terasa kedua orang tua ku sudah mulai menua, dan tidak terasa penduduk di desa ku ini mulai ramai, yang dulunya desa ini adalah hutan yang tak ada satu rumah pun yang di bangun, menceritakan tentang desa, aku jadi ingat cerita tentang awal rumah ku berdiri, dulu awal sekali ibu dan ayah ku pindah di desa ini, desa ini adalah hutan, dan dulu kakek ku sengaja membelikan dan membagikan tanah nya kepada anak-anaknya agar nanti jika sudah sama-sama berkeluarga masih bisa tetap saling hidup berdekatan, karna kakek dan nenek ku mempunyai anak yang cukup banyak, yaitu 15 anak. Kekek dan nenek ku tidak mau anaknya tinggal berpencar-pencaran kecuali memang sudah tidak bisa di karnakan alasannya mengikuti suami, dan tanah itu sudah berisi perjanjian, bahwa tanah yang sudah di bagikan kepada masing-masing anaknya ini tidak di perbolehkan untuk di jual kepada orang luar, atau kepada orang yang bukan termasuk dari anggota keluarga kami, yang hanya boleh membelinya hanya sesama saudara. Dan itulah awal mula mengapa aku bisa tinggal di desa ini, di satu desa yang isinya saudara dari bapak ku. Aku senang bisa tinggal di desa ini, walaupun sepi dan masih banyak hutan di sekitarnya, tapi menurutku desa ini tentram dan damai, apalagi tinggal di sekelilingan keluarga. Dan rumah nenek ku juga tidak terlalu jauh dari rumah ku, dengan jalan kaki saja aku sudah bisa menjenguk nenek ku, desa ini adalah desa yang sangat istimewa di hidupku, desa yang selalu aku rindukan ketika aku pergi meninggalkannya, dan desa ini adalah saksi nyata untuk diriku, desa inilah yang tak pernah lelah melihatku untuk terus tumbuh dewasa, dan tak terasa sekarang aku sudah berusia 18 tahun, dan artinya sudah 18 tahun juga aku tinggal di desa ini. Ohh iya  aku lupa memberi tau kalian tentang nama desa ku dan alamat tempat tinggal ku, nama desa ku yaitu desa Antibar, yang beralamat di Jl. Gusti Haidir Rt.03 Rw.01, dan kebetulan ayah ku seorang Rt di desa ini. Mungkin hanya ini yang dapat aku ceritakan kepada kalian tentang desa ku, ku harap jika ada kesempatan nanti aku bisa membawa kalian untuk berkunjung di desa ku yang tentram dan damai ini. Dan yang menarik dari tempat tinggal ku ini adalah dekat dengan kampus BP2TD, itulah yang membuat desa ku ini tampak semakin ramai.



Di atas adalah penampakan dari kampus BP2TD yang ada di dekat rumah ku


kapan-kapan kalian datang ya di desa ku, akan aku tunggu kedatangan kalian :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Ayahku Pahlawanku Hampir setiap orang selalu mengagumi sosok Ibu, namun berbeda denganku selain aku mengagumi seorang ibu aku pun sangat...